Rabu, 26 Maret 2014

ASAL USUL UJUNGSEMI



Sejarah Singkat

Pada masa penjajahan Belanda, Kerajaan Mataram melakukan perlawanan yang dipimpin oleh Sultan Agung. Sedangkan perlawanan di Kendal dipimpin oleh Tumenggung Bahurekso selaku Adipati dan Gubernur di pesisir Laut Jawa. Tumenggung Bahurekso memutuskan persiapan perang dilakukan dengan melakukan pertemuan yang disepakati di tempat yang dirahasiakan. Tempat yang dipilih terletak di tengah, tepatnya di bawah pohon kemangi yang terletak disebuah desa, yang nantinya dikenal sebagai Jungsemi.
Asal muasal kata Jungsemi berasal dari dua kata yaitu Ujung dan Semi. Dalam Bahasa Jawa ujung berarti pangkal dan semi berarti tambahan atau selalu bersemi. Jadi secara singkat Jungsemi berarti desa yang terletak di ujung utara atau pantai utara laut yang selalu bertambah luas.

Kondisi Geografis
Desa Jungsemi merupakan salah satu Desa di Kecamatan Kangkung dengan batas-batas sebagai berikut :
- Sebelah Utara : Laut Jawa
- Sebalah Timur : Desa Tanjungmojo
- Sebelah Selatan : Desa Kangkung
- Sebelah Barat : Desa Karangmalang Wetan, Desa Sendang Kulon
Secara administrasi Desa Jungsemi dibagi menjadi 3 dukuh yaitu Dukuh Clumprit, Kemejing, dan Srandu dengan 27 RT dan 4 RW. Jumlah penduduk 5.587 jiwa (2786 penduduk laki-laki dan 2801 penduduk perempuan). Adapun letak geografis Desa Jungsemi Kecamtan Kangkungadalah dengan luas wilayah 6,08 km2 atau 15,59% dari seluruh luas wilayah Kecamatan Kangkung.
Sedangkan jarak administrasi ke pusat kota pemerintahan adalah :
- Jarak dengan ibu kota Kecamatan    : ±2 km
- Jarak dengan ibu kota Kabupaten    : ±15 km

Tidak ada komentar:

Posting Komentar